Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan

Sdr, tema kali ini berbicara tentang : Keberhasilan dan kegagalan yaitu “Manusia Boleh Merancang, Tapi Tuhan Yang Menentukan”

Artinya bahwa kalau manusia merancang tanpa melibatkan Tuhan maka pastigagal. Tetapi kalau melibatkan Tuhan dalam rancangan itu maka pasti berhasil. Tema ini menegur kita dengan keras  yang selalu berkata “pasti berhasil, pasti bisa, gampanglah, bereslah, dan seterusnya”.

Yakobus 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung “,

Yakobus 4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 

Yakobus 4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya,   kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

Yakobus 4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 

Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. 

Merancang atau merencanakan tanpa melibatkan Tuhan karena manusia merasa mampu. Manusia yang mengandalkan kekuatannya selalu menganggap segala sesuatu gampang, bisa beres dan berhasil, mengapa ? Karena manusia mengandalkan :

  1. kemampuan akademis,
  2. kemampuan finansial dan
  3. kemampuan kekuasaan.

Tiga hal itu yang membuat manusia melupakan TUHAN dalam segala perencanaan sehingga cita-cita manusia itu tidak tercapai dan mengalami banyak kekacauan. Dalam Yakobus 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”. 

Manusia berimaginasi sesuai dengan keinginan hatinya, nafsunya dan segala kenikmatan dunia yang sia-sia. Tidaklah mungkin seseorang melibatkan Tuhan dalam rencana polygami, rencana untuk korupsi atau rencana jahat lainnya.

Manusia juga selalu berpikir bahwa rencana bisnisnya akan selalu untung. Saudara, justru orang-orang yang bangkrut terlambat menyadari kesalahan mereka. Kesalahan mereka yang terbesar adalah tidak pernah meminta hikmat Tuhan bagaimana sesungguhnya rancangan yang mereka lakukan itu baik atau tidak.

Kemampuan Akademis

Sdr, tidaklah benar bahwa segala sesuatunya berjalan dengan baik sesuai harapan orang yang mengandalkan kekuatannya. Orang pintar selalu memakai peramalan secara statistik (Forecasting) untuk merancang masa depan. Perusahaan menuntut para manager untuk membuat rancangan dan rencana penjualan tahun yang akan datang berdasarkan trend masa lalu. Mereka membuat target pencapaian dengan asumsi yang akademis sehingga posisi dan jabatan mereka menjadi terjamin. Namun semua itu belum tentu bisa direalisasikan, bahkan dari pengalaman saya selama berada di posisi COE sebuah perusahaan akhirnya mengakui bahwa hanya 45% rancangan para manager saya itu bisa tercapai. Setelah saya evaluasi, bahwa mereka hanya merayakan sebuah rencana dan tidak pernah merayakan sebuah keberhasilan, karena rancangan kerja yang mereka susun sedemikian rupa itu adalah untuk menyelamatkan karir mereka saja. Dengan rencana yang di design sedemikian rupa, terlihat profesional dan akademis, dipakai untuk memukul lawan-lawan mreka dalam persaingan diinternal manajemen.

Filipi 2:3 Janganlah melakukan sesuatu karena didorong kepentingan diri sendiri, atau untuk menyombongkan diri. Sebaliknya hendaklah kalian masing-masing dengan rendah hati menganggap orang lain lebih baik dari diri sendiri.

Pengalaman masa lalu adalah guru yang memberi pelajaran yang terbaik bagi manusia, itu sangat benar. Namun pengalaman keberhasilan di masa silam bukan garansi keberhasilan di masa yang akan datang. Kalau bukan Tuhan maka semuanya gagal juga, sebab Tuhan tau apa akibatnya jika semua rancangan manusia terpenuhi. Manusia cenderung ingin memenuhi keinginan hatinya saja, untuk memuaskan nafsu yang tidak memuliakan TUHAN.

Kemampuan pengetahuan untuk merealisasikan rencana dan rancangan itu juga baik, namun kita belajar dari apa yang terjadi ketika bangsa Israel mendirikan menara Babel sampai ke langit. Ketika itu kesombongan dan kecongkakkan merasuki hati mereka, mereka mengandalkan pengetahuan tentang konstruksi bangunan tanpa bertanya apakah Tuhan merestui cita-cita mereka itu atau tidak? Yakobus 4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya,   kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

Namun apa yang terjadi? menara Babel itu runtuh dan terjadi kekacauan bahasa, masing-masing pekerja tidak memahami bahasa teman sekerjanya. Rancangan terbesar dalam hidup mereka gagal total.

Kemampuan Finansial  

Sdr, kekayaan adalah alasan yang terhebat untuk melupakan TUHAN. Uang telah terbukti sebagai alasan manusia meninggalkan Tuhan. Mungkin saja dengan uang anda bisa membeli semua infrastruktur kehidupan ini, namun ingat bahwa belum tentu bisa dinikmati. Karena mengandalkan kemampuan Financial banyak orang yang ingin membeli ide, membeli rancangan dan menganggap masa depan terjamin.

Konflik disebabkan oleh uang, nama besar hancur karena uang dan perceraian juga karena uang. Jadi kemampuan Financial menjadi kekuatan untuk menjauh dari rancangan Tuhan. Dalam Yakobus 4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 

Kemegahan karena uang harta yang melimpah itu telah membutakan manusia dari kasih sayang. Kekerabatan tercerai berai karena harta gono gini, apalagi masa kini, lihatlah pasangan suami istri yang dibangun atas dasar harta dan uang; bukan cinta. Mereka saling memanfaatkan satu sama lain. Jika ada masalah keuangan, maka mereka akan cerai, hal itu bukan sesuatu yang tabu bagi mereka.

Sdr, Mengandalkan kemampuan Financial adalah salah, karena Tuhan tidak mau dirinya digantikan oleh apapun di dunia ini. Uang bisa habis tetapi Tuhan tidak pernah berkesudahan sebab DIA itu sumber kehidupan kita. Kembali padaNya dan tanggalkan seluruh kebanggan kita …apa yang kita andalkan selama ini bisa habis dan hancur.

Kemampuan Kekuasaan 

Celakalah mereka yang mengandalkan kekuatan sendiri, yang mengandalkan kekuatan pasukan berkuda dan juga yang mengandalkan pejabat-pejabat. Mengapa pelayanan kita gagal, karena selalu mengedepankan pejabat sebagai andalan pelayanan. Gereja ikut berpolitik terlalu jauh.

Baca dengan seksama : “Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari Tuhan.”  Yesaya 31:1

Lebih keras lagi saudara, ini kutukan yang sangat dasyat : “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!”  Yeremia 17:5

Jadi kesimpulan kita hari ini bahwa manusia harus bertanya terlebih dahulu dalam doa kepada Tuhan, apakah rencana yang ada dalam hatinya itu baik adanya. Pertimbangkan kerugian umat manusia akibat rencana itu, jika tidakmendatangkan damai sejahtera maka lebih baik saudara menundanya.

Jika mendatangkan keselamatan bagi banyak jiwa dan mendatangkan damai sejahtera tentu rancanganmu berkenan kepada TUHAN. Jangan melupakan Tuhan dalam setiap rencana manusia.

Ayat pegangan kita : Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah  —  sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur– Mazmur 127:1-2

Saudara, hari ini akan segera berlalu, namun kasih Tuhan menyertai kita semua, dengan penuh kerendahan diri mari kita menyerahkan semua rencana (planing) yang ada dalam memory otak kita. Semua khayalan kesuksesan kita, jadikan semua itu sebagai doa yang memenuhi kirbatnya Tuhan Yesus. Jangan kecewa jika ada cita-cita kita sebagian gagal dan tidak terwujud.

Ayat Hafalan : Yakobus 4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya,   kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

Tuhan tau yang terbaik untuk kita, Haleluyah

Pdm. Ir. Mustika Ranto Gulo, M.IKom

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s