KONFLIK MENURUT PAULUS DALAM 1 KORINTUS 3 :1-9

Perselisihan

Pendahuluan :

  1. Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai. (Amsal 17:14 TB)
  2. Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin. (Amsal 17:27 TB)
  3. Bandingkan dengan 1 Kor 6:7a “….adanya perselisihan diantara kamu merupakan kekalahan rohani…..(kalah rohani)

Baca 1 Korintus 3 : 1-9
1
Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani 1 , o  tetapi hanya dengan manusia duniawi, p  yang belum dewasa q  dalam Kristus. 3:2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, r  sebab kamu belum dapat menerimanya. s  Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. 3:3 Karena kamu masih manusia duniawi 2 . Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan t  bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? 3:4 Karena jika yang seorang berkata: “Aku dari golongan Paulus,” dan yang lain berkata: “Aku dari golongan Apolos, u ” bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani? 3:5 Jadi, apakah Apolos? v  Apakah Paulus? Pelayan-pelayan w  Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. 3:6 Aku menanam, x  Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. 3:7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. 3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. y  3:9 Karena kami adalah kawan sekerja z  Allah; kamu adalah ladang a  Allah, bangunan b  Allah.

Beberapa Kata Kunci pada Nats di atas (lihat daftar dibawah); Tugas saudara adalah mencari referensi pada kata kunci tersebut dan berikan komentar anda sebagai seorang hamba TUHAN yang dipilih untuk berada ditengah-tengah manusia duniawi.

  • Manusia Rohani
  • Manusia duniawi
  • Iri Hati
  • Perselisihan
  • Susu dan bukan makanan keras
  • Golongan Paulus
  • Golongan Apolos
  • Menanam
  • Menyiram
  • Allah yang memberi pertumbuhan
  • Kawan2 sekerja
  • Kamu adalah ladang
  • Kamu adalah bangunan Allah

Referensi Utama :

Bacaan hari ini: 1 Korintus 6:1-9

“Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagimu.” (1 Korintus 6:7a)

Tidak dapat disangkali bahwa setiap pribadi memiliki potensi konflik dengan pribadi lainnya. Faktor yang melatarbelakangi hal ini bisa berasal dari perbedaan budaya, cara berpikir, atau kesenangan. Setiap kali perbedaan tersebut bertabrakan, ini akan menimbulkan konflik; bahkan konflik yang sangat tajam.

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus menegur mereka karena mereka telah membiarkan perselisihan menjadi sebuah kebiasaan di tengah-tengah jemaat (1Kor.1:10; 3:2-3). Perselisihan telah membentuk jemaat menjadi beberapa kelompok yang saling menyerang dan mengklaim diri paling benar. Celakanya, di tengah-tengah jemaat tersebut tidaklah terdapat seseorang yang berusaha menyelesaikannya berdasarkan iman Kristen; bahkan, perselisihan di antara mereka justru diserahkan kepada yang tidak cakap menangani. Kondisi ini membuktikan bahwa jemaat Korintus tidak memiliki seorangpun yang berhikmat untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di antara mereka (1Kor. 6:4). Jika mereka tidak dapat menyelesaikan atau mengadili perselisihan di antara jemaat, bagaimana mereka dapat mengadili dunia dan malaikat? (1Kor. 6:2-3).

Paulus dapat memahami bahwa setiap jemaat memiliki potensi konflik. Namun persolannya adalah, apakah mereka dapat menyelesaikan konflik tersebut secara kristiani dan kemudian mereka hidup dalam kesehatian dan satu pikir? (1Kor. 1:10). Jika tidak demikian, hal ini telah menjadi suatu kekalahan rohani di tengah-tengah jemaat.

Bagaimana dengan kita? Mengalahkan saudara seiman dalam satu perselisihan bukan sebuah kemenangan! Pada satu pihak, Anda merasa mengalahkan rekan Anda. Namun, di pihak lain, Anda mengalami kekalah-an rohani. Persoalannya adalah, bukan karena Anda dapat mengalahkan rekan Anda, tetapi bagaimana Anda dapat menyelesaikan konflik dengan benar; sebab itu Paulus berkata: “adanya konflik di tengah-tengah jemaat sudah merupakan kekalahan rohani” (1Kor. 6:7a). Karena itu, menangkan konflik dengan menyeselesaikan konflik itu sendiri.

SELAMAT BELAJAR

Tugas Individu : Penulisan ARTIKEL (Standard Penulisan Paper) harus diserahkan segera, SEBELUM 01 MEI  2013

Tugas Kelompok

  1. Manajemen Konflik Menurut YESUS
  2. Defenisi dan teori-teori manajemen Konflik
  3. Konflik Pribadi Dalam Konteks 1 Korintus 3 : 1-9
  4. Potensi Konflik Kelompok Sektarian Dalam Agama Kristen
  5. Rekonstruksi Mulainya Perang Salib & Mengapa Bisa Berakhir
  6. Konflik Teologi dan Ideologi Simbol-Simbol Agama

Kelompok 1 : Hendra – Novi – arisanti – Nehesi Laia

Kelompok 2 : Horas Napit – Liem Huak Kian – Barata Sagala – Leha Lotun Palalu

Kelompok 3 : Firman L – Yatafati Eli D – Putut Kumala – Jonatan Sembiring

Kelompok 4 : Zulkarnain Baba – Rusman Katoga – Sinar Bulan Sitepu – Anton Koh

Kelompok 5 : Bertha Sihombing – Yosephine – Parapah Tiong – Tumbusokhi Lombu

Kelompok 6 : Martin Palopo – Mareti Ndruru – Zefanya – Juliana Karim – Pantas Sagala

Semua tugas dikirim ke email saya juga : mrantogulo@live.com

Bravo

Ranto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s