HAK AZASI MANUSIA MENURUT KITAB ROMA 14

PESAN HAK AZASI MANUSIA TENTANG  KESETARAAN UMAT ALLAH MENURUT ROMA 14

Pelanggaran HAM terjadi hampir saja di setiap sudut jalan di dunia.  Menghakimi sesamanya dengan sadis tanpa melalui proses hukum yang berlaku. Penindasan kaum minoritas terjadi dimana-mana. Sumbernya adalah hanya karena kepentingan kelompok, atau pribadi, untuk tujuan kekayaan, kekuasaan, dan rupa-rupa kesenangan di dunia.

Paulus adalah tokoh yang komitmen sejak awal ia mengenal Kristus,  memberi diri untuk  jemaat, menyangkal dirinya dan bertobat memilih cara Kristus untuk hidup lebih beretika.

Paulus menulis surat kepada jemaat di Roma yang dikenal saat itu sebagai pusat kota dunia. Paulus tercatat dua kali di penjara di kota Roma dengan berbagai tuduhan pada dirinya dari pemerintah yang berkuasa. Sebab Paulus menyuarakan kesetaraan manusia, “semua manusia memiliki hak yang sama dihadapan ALLAH”.

Latar belakang nasihat Paulus dapat diduga karena kemerosotan moral penduduk kota besar itu. Semua pesan berkisar tentang hubungan sosial, tatakrama dan etika hidup orang percaya, supaya nyata kebenaran Injil yang ia pertahankan itu.

Pasal 14, menggambarkan niat Paulus untuk memperbaiki hubungan antara jemaat dan sosial budaya dalam bermasyarakat. Dia menuliskan pesan yang berisi norma-norma untuk menentang arus globalisasi di zaman itu. Dalam Roma 14:1. Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. Paulus berniat untuk membangun kesetaraan dan saling pengertian antara jemaat yang tidak berimbang pengetahuannya tentang kebenaran Firman Allah.

Kejahatan dan kelaliman, kedurhakaan dan penyesatan bercampur baur dalam kehidupan masayrakat yang sangat plural di ibu kota dunia saat itu. Beberapa hal yang dianjurkan paulus secara garis besar :

1.      Tentang makanan yang haram dan yang najis, yang akhirnya memberi peluang penyelesaian konflik tentang hal ini, karena semua perbedaan  bisa diterima (ayat 14:2)

2.      Tentang main hakim sendiri terhadap orang lain (ROMA 14:4), inilah alasan mengapa UMAT KRISTEN tidak pernah memberi izin mengambil nyawa orang lain melalui “HUKUMAN MATI”. Di Indonesia, hukuman mati semakin populer sejak melakukan eksekusi mati sang bomber bali (Amrozi cs).  Manusia tidak punya hak mencabut nyawa orang lain, karena manusia sama2 adalah ciptaan TUHAN, apakah orang itu bengis dan melakukan kejahatan paling berat sekalipun hukumannya adalah hukuman tahanan paling berat adalah pengasingan melalui kurungan seumur hidup, bukan mematikan orang itu. Mengenai hal ini, saya sarankan anak-anak jurusan teologia perlu melakukan analisis mendalam tentang HAM menurut Alkitab dan apa kata Yesus tentang hal itu.

3.      Budaya dan adat istiadat dalam Kota Roma, masih percaya kepada agama kuno tentang hari-hari yang baik untuk bekerja. Paulus menyatakan semua hari adalah baik dihadapan TUHAN (ayat 14:4-5)

4.      Paulus berusaha keras untuk membangun solidaritas dan komunitas baru yang dilandasi oleh Firman Tuhan. Dalam ayat 14:7 Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. 14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. 14:9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.

5.      Kesetaraan penting dibangun, sebab kehidupan yang penuh persaingan telah merusak tatanan sosial. Ayat -14:10-13 berbicara tentang tanggung jawab atas keberhasilan orang lain, jangan sampai mereka jatuh, jangan menghakimi karena semua orang memiliki hak dan kewajiban yang sama dihadapan Allah. ”…Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!”

6.      Masalah makanan, hal-hal yang najis atau haram alasan Paulus adalah bahwa Kerajaan Allah tidak bicara sal makanan dan minuman. (Ayat 15-23).

Hubungan Yang Harmonis

Dalam Pasal 15:1. Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: “Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku.”

Penduduk Roma yang dihuni oleh berbagai suku bangsa waktu itu, memiliki pandangan yang berbeda tentang kesetaraan dan hubungan sosial antara suku-suku yang berbeda.

Orang peraya dicerca seakan-akan telah salah jalan, memilih ajaran baru untuk percaya kepada Kristus, sehingga mereka terpisah dengan manusia lainnya. Mereka disalahkan mengapa percaya kepada ajaran baru yang disiarkan oleh Paulus itu? Secara sosial mereka juga minoritas, kelompok orang yang tersisih yang selalu dicurigai.

Namun, kekuatan yang disampakan Paulus dalam suratnya telah memotivasi merka untuk bertahan dan semakin giat mengabarkan injil. Sampai suatu ketika lebih sari separuh penduduk Roma menjadi percaya kepada Kristus.

Pengaruh dari ajaran kasih telah merubah pandangan-pandangan para tokoh agama dan para penguasa di kota itu. Kegerakan ini dimulai dari akar rumput yaitu dari penginjilan pribadi ke pribadi. Sangat efektif dalam memenangkan jiwa-jiwa untuk Tuhan.

Sudah saatnya kita memenangkan kota dimana kita berada, slamat melayani.

Emmanuel

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s