Evolusi Atau Penciptaan, Oleh Prof.Hannington Enoch, Phd

Pdm. Ir. Mustika Ranto Gulo Meringkas kembali pemikiran tentang Evolusi Atau Penciptaan dari buku “Evolution or Creations”.

Prof. Dr. Hannington Enoch, adalah pengarang buku “Evolution or Creations” yang sangat terkenal dan menggugah hati banyak orang kristen di seluruh dunia atas  pemikirannya tentang pengungkapan kesalahan teori-teori tentang evolusi. Buku ini sangat laris karena secara tegas telah ‘mematahkan’ semua teori evolusi  khususnya teori yang dianut oleh kaum pendukung “Darwinism” diseluruh dunia.

Pribadi Profesor Dr. Hannington Henokh

Dia Seorang Uskup terkenal di Uganda, lahir di Trivandrum, selatan India. Dia mengajar mahasiswa selama lebih dari 30 tahun di Madras dan pensiun sebagai Guru Besar Zoologi di Kepresidenan College. Dia seorang profesor universitas kreasionis yang  mengajar di Madras, India, pada tahun 1950.

Menurut David David C C. Watson ‘s penulis buku terlaris  ‘ Mitos dan Mujizat ‘ berkata bahwa Profesor Henokh adalah seorang Kristen yang taat yang bingung atas evolusi selama bertahun-tahun. Profesor itu akhirnya menyimpulkan bahwa teori evolusi adalah kesalahan kolosal hanya sebuah ‘ilusi bernilai tinggi’. Literatur penulisan Kitab KEJADIAN Pasal 1 dan 2 adalah sempurna adanya bahwa “ALLAH menciptakan dari tidak ada menjadi ada, bukan dari pengaruh elektron dan molekul yang berekasi atau bukan berasal dari evolusi”. Pernyataan ini telah menolong dan membantu ribuan manusia untuk melihat kembali bahwa literal dari  kitab Kejadian itu adalah yang paling masuk akal. Tapi apa yang dipengaruhi David Watson untuk menerima Kejadian sebagai literal?

Hal ini yang membuat professor menulis  pada 1950-an yang menentang / protes terhadap serangkaian artikel tentang “Penciptaan Sebuah Kesunyian” yang ditulis oleh  ahli biologi Inggris dan seorang ateis yaitu Julian Huxley adalah (yang merupakan pendukung sempurna terhadap ide  dan teori Darwin).

Profesor Henokh meninggal pada April 1988. Tetapi pengaruhnya terus kuat di seluruh belahan dunia, khususnya dunia pendidikan Theologia Injili India. Selama bertahun-tahun, ratusan mahasiswa telah dikonversi dan belajar untuk percaya Alkitab sebagaimana Profesor Henokh ajarkan. Kembali ke Alkitab sebagai Firman Allah tanpa ditemukan kesalahan apapun, ia  telah menjadi contoh tidak hanya dalam hal iman dan perilaku, tetapi juga di mana pun diseluruh  dunia telah menyentuh hati para ilmuwan sejarah, ilmu pengetahuan, dan terutama pada penganut ajaran tental asal mula penciptaan  manusia.

Tidak kalah penting peran David David C C. Watson ‘s yang menulis artikel untuk mendukung pemikiran Profesor Henokh. Banyak pembaca majalah ‘Penciptaan’ yang telah dipengaruhi oleh tulisan-tulisan David Watson memberikan respon yang menarik  untuk mengetahui cerita di balik apa yang terjadi atas sikap melawan evolusi dan mendukung literal penciptaan kitab Kejadian 1 dan 2.

PEMBAHASAN BUKU

BAB 1.  Morfologi dan Kosmogoni

Morfologi adalah bahagian pembentukan perkataan dalam tata bahasa. Dimana penulis berusaha menunjukkan arti kata dasar dan arti kata akar dalam pengungkapan bukti awal dari teori evolusi. Penulis sangat terbuka, karena informasi tentang evolusi dan bukti-bukti kuatnya tidak disembunyikannya. Setiap orang yang membaca akan mengetahui kekuatan pengaruh dari informasi evolusi tersebut. Bukti-bukti yang dikemukakan dari para evolusionis akan dibahas dengan berimbang tanpa memihak kepada pemikiran penulis.

Bukti Awal Evolusi, mereka merasa dapat menyusun organisme dari yang paling sederhana kepada organisme yang paling tinggi (kompleks). Mereka mulai dengan hewan bersel satu, kemudian diatur sedemikian rupa pada organisme berikutnya sehingga terlihat ada suatu perubahan yang lambat laun menuju kepada organisme yang lebih sempurna. Teori evolusi menjadi tersohor dan melemahkan Firman Tuhan tentang Penciptaan.

Penulis, mematahkan bukti dasar ini, karena pembuktian itu adalah hal yang umum, bahwa ada perkembangan setiap makhluk hidup secara adaptis dimana-mana. Dengan berbagai contoh bahwa “buku” saja mengalami evolusi dari waktu-ke waktu. Secara logis bukti awal ini tidak bisa dipegang sebagai bukti adanya evolusi kehidupan. Karena jika benar hewan bersel satu akan berevolusi, maka saat ini kita tidak menemukannya lagi, sebab kemungkinan telah menjadi hewan raksasa.

Bab 2, Morfologi – Lanjutan.

Bukti lain berdasarkan morfologis (versi evolusionis) adalah rekayasa organ “Vestigial” yang ditemukan pada hewan-hewan tertentu. Vestigial adalah organ-organ yang tak terpakai, namun pada golongan hewan tertentu masih berfungsi. “makin tinggi hewan itu, makin banyak organ vestigial terdapat padanya. Manusia dianggap yang paling tinggi dan memiliki vestigial yang sangat banyak, karena evolusi, maka vestigial merupakaan bawaan dari makhluk sebelum menjadi manusia,  (ditemukan 180 organ tak berfungsi dalam tubuh manusia menurut Weidersham).

Penulis mematahkan teori evolusi ini, contoh susunan otot yang ada di kepala seekor kuda hampir sama dengan otot di kepala manusia, namun fungsinya berbeda-beda. Kuda bisa mengerakkan kuping dan alisnya untuk mengusir lalat. Sedangkan manusia tidak semudah itu bisa menggerakkan otot-otot itu secara mudah. Jika teori organ vestigial membuktikan adanya  otot manusia tidak berfungsi karena mengalami evolusi, sangat tidak masuk akal. Kesamaan hewan dengan manusia yang dijadikan dasar evolusi, sangat tidak terbukti. Apakah mungkin manusia masih bisa hidup normal jika otot-otot itu dikeluarkan dari kepalanya?

Penguatan atas kegagalan teori organ vestigial oleh ” Prof. E.S.Goodrich dalam bukunya “Evolution Of Living Organisms (1912) halaman 68 mengatakan “orang yang sekarang mengatakan, bahwa ada bagian tubuh manusia yang tidak berguna, adalah orang yang terburu nafsu”. Lagi pula, seandainya ada organ-organ yang vestigial ini akan lebih cenderung membuktikan adanya devolusi dari pada evolusi.

Namun tidak berhenti disitu, kaum evolusionis mengajukan bukti baru yang disebut organ-organ “Nascent”. yaitu organ yang tidak ditemukan dari nenek moyang manusia, namun sekarang ditemukan sebagai organ-organ baru timbul akibat evolusi. Tetapi bukti dari organ nascent ini, tidak mampu dibuktikan oleh para ilmuwan dari pro evolusi.

Bab 3, Paleontologi

Dasar teori evolusi Darwin adalah ditemukannya fosil-fosil pada lapisan bumi sehingga ia meyakinkan adanya evolusi organik dengan hipotesa geologi Lyell.

Menurut para evolusionis, paleontologi ialah ilmu yang menyelediki peninggalan berupa fosil hewan dan tumbuhan yang sudah musnah termasuk setiap gejala yang menyatakan mereka pernah hidup, seperti jejak telapak kaki dan tanda-tanda pada batu setapak, tanah liat dan batu bara. (hal 15).

Pendapat T.H.Huxley “Bukti yang utama dan langsung untuk menyokong teori evolusi dapat dilengkapi hanya oleh paleontolologi… jika evolusi pernah terjadi, maka disitulah jejaknya akan ditinggalkan; jikalau evolusi itu tidak pernah terjad, maka disitu pulalah bantahannya.

Dalam buku Critique Of Evolution, Hal 24, TH Morgan menyatakan bahwa bukti yang ada pada lapisan bumi “bagaimanapun juga merupakan bukti yang paling kuat dari teori evolusi.” Karena itu marilah kita meneliti buku yang paling kuat ini”.

Apa itu evolusi

Di dalam bumi kita ini terdapat beberapa lapisan tanah atau strata yang tidak sama tebalnya yang tersusun secar horizontal (mendatar). Lapisan ini diduga karena disebabkan oleh air, yang dibawah telah diendapkan ratusan ribu tahun dan lapisan di atasnya adalah endapatan yang lebih muda.  Mereka menduga adanya “protoplasma” sebuah sel kehidupan yang lamabt laun berubah karena rekasi alam, akhirnya dari protoplasma inilah tumbuh berbagai macam tumbuh-tumbuhan dan meninggalkan bekanya pada batu-batuan.

Menurut Kejadian 1 dan 2 dalam ALKITAB, teori ini sama sekali tidak dibenarkan, ang mendorong penulis, mengajukan banyak pemikiran untuk membantah secara teknis ilmu paleontologi dan literatur dari PENCIPTAAN.

Kita lihat peristiwa AIR BAH bahwa bumi ini pernah mengalami bencana secara keseluruhan, dan kematian baik manusia maupun hewan-hewan tenggelam dan mati dalam berbagai lapisan tanah yang mengalami kehancuran saat itu.

Bukti-bukti itu semua telah mengembalikan kita dalam kebenaran, karena jawaban atas kejadian itu semua lebih nyata dalam ALKITAB. Maksudnya bahwa fosil-fosil itu telah membuktikan bahwa evolusi tidak terjadi, tetapi penciptaan sempurna dari awalnya oleh ALLAH.

Bab 4, Umur Bumi

Penelitian umur bumi dengan metode / sistm sedimentasi atau sistem radioaktif belum bisa menjawab berapa umur bumi sampai sekarang dengan pasti.

Apapun teori yang sudah dikembangkan oleh para ilmuwan, adalah bersifat “DUGAAN” bukan kepastian. Sehingga penyimpangan dari dugaan itu bisa berakibat fatal bagi umat manusia, karena menafsirkan umur bumi bukan berarti telah menemukan angka pasti umur bumi itu.

TUHAN menciptakan Adam dan Hawa bukan dimulai dari umur bayi (hal 28), sehingga dugaan umur mereka pun tetap kembali kepada kebenaran ALKITAB. Dari sistem hitung menghitung dengan memakai pola tertentu, tidak tepat sama sekali.

II Petrus 3:4 Kata mereka: “……………………………, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.”

Kesalahan besar para cendekiawan (ahli astronomi, geologi, ilmu fisika, ilmu kimia ataupun biologi) yang menolak catatan ALKITAB ialah UNIFORMITARIANISME, yaitu keyakinan bahwa sebab-sebab fisis serta akibat-akibatnya dianggap selalu sama dan seragam pada segala masa seperti yang kita lihat sekarang.

Pengakuan atas kebenaran evolusi adalah manivestasi penolakkan kepada ALKITAB sebagai FIRMAN ALLAH, karena menentang cara kerja ALLAH.Banyak kekeliruan yang diajukan oleh evolusionis, mengenai pemahaman jangka waktu. Para ilmuwan memprotes RIWAYAT PENCIPTAAN yang menyatakan tiga hari tiga malam berlalu sebelum matahari diciptakan, pada hal orang yang paling bodoh dan belum beradap sekalipun tahu bahwa matahari menyebabkan malam dan siang.

Alkitab menjawab Allah yang menjadi sumber terang dan DIA memiliki terang dan sanggup memberi terang kepada dunia. Salah sekali kalau dituduh bahwa PENCIPTAAN versi ALKITAB adalah gagasang yang “primitif”.

BUMI DICIPATAKAN PADA TAHUN 4004 SM (SEBELUM YESUS)

Alkitab edisi bahasa Inggris (edisi lama) ada ditulis bahwa bumi diciptakan pada tahun 4004 SM merupakan kesalahan fatal yang dilakukan oleh USKUP Agung bernama USSHER pada Abad ke 17. Kesalahan itu terbukti karena “Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan Langit dan bumi, jika 1 hari sama dengan 1000 tahun versi manusia ? lalu berapa lama jadinya ? “….Dan kepada orang  yang belum percaya Allah masih terus bertanya “…Dimanakah engkau, ketika AKU meletakkan dasar bumi ?

Umur bumi tidak akan pernah bisa ditemukan, jadi semua dugaan dan hipotesa berguna bagi ilmu pengetahuan yang selaras dan berdasarkan firman TUHAN.

Bab 5, Umur bumi dan Semesta Alam

Teori tentang umur bumi dibantah habis oleh Enoch, dengan membandingkan umur adam dan hawa yang diciptakan dalam keadaan dewasa, pada umur yang matang. Karena mereka bisa dipercayakan mengelola dan menguasai taman Firdaus.

Dr. Sandage dari mount Palomar menyatakan bahwa umur bui mencapai 12.000 juta tahun, berdasarkan kecepatan cahaya dan panjang jarak bintangyang terjauh dari bumi.

Kesalahan para cendekiawan, apakah mereka itu ahli astronomi, geologi, ilmu fisika, ilmu kimia ataupun biologi yang menolak catatan Alkitab Kejadian ialah UNIFORMITRIANISME yaitu keyakinan bahwa sebab-sebab fisis serta akbibat-akibatnya dianggap selalu sama dan seragam pada segala masa seperti yg kita lihat sekarang.

Kesalahan ini Tuhan sudah tahu sebelumnya sehingga IA menubuatkan dalam ALKITAB :”Pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya …Kata mereka, Di manakan janji tentang kedatanganNya (kristus) itu …., segala sesuatu tetap sama seperti semula, pada waktu dunia diciptakan …” II Petrus 3:4.


Bab 6, Sifat fosil-fosil pada Lapisan Bumi

Penemuan fosil tidak dapat memberi pengaruh apapun tentang penciptaan, karena tidak ada yang bisa menjelaskan siapa dan mengapa fosil itu ada. Akhirnya pada kesimpulan Enoch bahwa tidak ada fosil yang membuktikan adanya evolusi evertebrata, semuanya muncul sejenak pada zamannya, dan semua secara tiba-tiba memiliki ciri-ciri masing2 yang khas.

Kelemahan teori evolusi ini sering sekali di akui oleh para ahli itu sendiri. Dengan bertambahnya pengetahuan manusia tentang siapa manusia purba yang hidup di dunia ini, semua yan disebut mata rantai yang hilangyang dipupuk leh orang pada masa lampau itu, telah tumbang satu pertatu.

Dr. Henry Fairfield Osborne, bekas American Museum Of Natural History, meyatakan bahwa “Rangkaian fosil manusia kera salah total dan banyak rekayasa, da menyesatkan”. Pernyataan ini telah menggugah seluruh penduduk bumi yang sempat percaya kepada teory Darwinism di seluruh dunia.

Bab 7, KENYATAAN-KENYATAAN DARI EMBRIOLOGI


 

 

Iklan

3 pemikiran pada “Evolusi Atau Penciptaan, Oleh Prof.Hannington Enoch, Phd

  1. dalam bab 4 – 6 menyatakan bahwa umur bumi 12.000 jt tahun. namun saya mengkritik bahwa umur dunia bukan 12.000 juta, dengan satu dasar teologi BUDI REINHARD EFRAIM SIMANJUNTAK, S.PAK menemukan perhitungan usia dunia bahwa Tuhan menciptakan segalanya selama 7 hari. dari zaman adam sampai abraham 2000 tahun, dan dari abraham sampai isa almasih atau disebut Yesus Kristus 2000 tahun, dan dari zaman ISA ALMASIH (YESUS KRISTUS) sampai sekarang 2000 tahun jd semua 6000 tahun sama dengan 6 hari masa penciptaan. dan 1 hari lagi itu masa perhentian Sama dengan 1000 tahun bagi manusia, sekarang 2013 telah memasuki zaman perhentian dalam kitab WAHYU hari kiamat. jadi total 7000 tahun sama dengan 7 hari ayat referensi dalam ALKITAB adalah Kejadian 2 : 1, Keluaran 20 : 9-10, 2 Petrus 3 : 8. menurut paleontologi dan antropologi serta teori evolusi sangat kontradiksi dengan ilmu Teologi. knowlagde antropologi mengatakan bahwa usia homo sapien, pitekantropus berjuta tahun yang lalu. dan paleontologi dinosaurus 190.000.000 juta tahun yang lalu. jadi saya sinkronisasikan bahwa usia dunia dari sudut pandang TEOLOGIA dengan ilmu pengetahuan mengenai peleontologi adalah 7000 hari bagi manusia = 7 hari TUHAN – dari paleontologi 190.000.000 juta – Perhitungan BUDI REINHARD EFRAIM SIMANJUNTAK S.PAK 1 TAHUN = 365 hari, jadi 365 hari bagi manusia x 6000 tahun bagi perhitungan teologia = 2.190.000.000 juta ( DUA MILIAR SERATUS SEMBILAN PULUH JUTA ) hari perhitungan peleontologi dan usia dunia dari zaman penciptaan sampai sekarang ini. tinggal 1000 tahun lagi = 1 hari bagi TUHAN kepada manusia untuk eskatologi ( kiamat )……?

  2. Bayangkan saja, rekasi atas buku itu telah mengguncang dunia para cendekiawan dan para ilmuwan di dunia. Inilah daftar ilmuwan dunia yang memberi dukungan atas pemikiran Prof. Hannington Enoch, Phd, yaitu mereka yang percaya pada asal usul literal, dan Pencipta, dan menolak evolusi secara tegas :

    Dr. William Arion, Biochemistry, Chemistry Dr William Arion, Biokimia, Kimia
    Dr. Paul Ackerman, Psychologist Dr Paul Ackerman, Psikolog
    Dr. E. Theo Agard, Medical Physics Dr E. Theo Agard, Fisika Medis
    Dr. Steve Austin, Geologist Dr Steve Austin, Geologist
    Dr. SE Aw, Biochemist Dr SE Aw, biokimia
    Dr. Thomas Barnes, Physicist Dr Thomas Barnes, Fisikawan
    Dr. Geoff Barnard, Immunologist Dr Geoff Barnard, imunologi
    Dr. John Baumgardner, Electrical Engineering, Space Physicist, Geophysicist, expert in supercomputer modeling of plate tectonics Dr John Baumgardner, Teknik Elektro, Ruang fisika, Geofisika, ahli dalam pemodelan superkomputer dari lempeng tektonik
    Dr. Jerry Bergman, Psychologist Dr Jerry Bergman, Psikolog
    Dr. Kimberly Berrine, Microbiology & Immunology Dr Berrine Mikrobiologi, Kimberly & Imunologi
    Prof. Vladimir Betina, Microbiology, Biochemistry & Biology Prof Vladimir Betina, Mikrobiologi, Biokimia & Biologi
    Dr. Andrew Bosanquet, Biology, Microbiology Dr Andrew Bosanquet, Biologi, Mikrobiologi
    Edward A. Boudreaux, Theoretical Chemistry Edward A. Boudreaux, Kimia Teoritis
    Dr. David R. Boylan, Chemical Engineer Dr David R. Boylan, Insinyur Kimia
    Prof. Linn E. Carothers, Associate Professor of Statistics Prof Linn E. Carothers, Associate Professor Statistik
    Prof. Sung-Do Cha, Physics Prof Sung-Do Cha, Fisika
    Dr. Eugene F. Chaffin, Professor of Physics Dr Eugene F. Chaffin, Profesor Fisika
    Dr. Choong-Kuk Chang, Genetic Engineering Dr Choong-Kuk Chang, Rekayasa Genetika
    Prof. Jeun-Sik Chang, Aeronautical Engineering Prof Jeun-Sik Chang, Aeronautical Engineering
    Dr. Donald Chittick, Physical Chemist Dr Donald Chittick, Chemist Fisik
    Prof. Chung-Il Cho, Biology Education Prof Chung-Il Cho, Pendidikan Biologi
    Dr. John M. Cimbala, Mechanical Engineering Dr John M. Cimbala, Teknik Mesin
    Dr. Harold Coffin, Palaeontologist Dr Harold Coffin, paleontologis
    Dr. Bob Compton, DVM Dr Bob Compton, DVM
    Dr. Ken Cumming, Biologist Dr Ken Cumming, Biologi
    Dr. Jack W. Cuozzo, Dentist Dr Jack W. Cuozzo, Dokter Gigi
    Dr. William M. Curtis III, Th.D., Th.M., MS, Aeronautics & Nuclear Physics Dr William M. Curtis III, Th.D., Th.M., MS, Aeronautics & Fisika Nuklir
    Dr. Malcolm Cutchins, Aerospace Engineering Dr Malcolm Cutchins, Rekayasa Aerospace
    Dr. Lionel Dahmer, Analytical Chemist Dr Lionel Dahmer, Chemist Analitik
    Dr. Raymond V. Damadian, MD, Pioneer of magnetic resonance imaging Dr Raymond V. Damadian, MD, Pioneer pencitraan resonansi magnetik
    Dr. Chris Darnbrough, Biochemist Dr Chris Darnbrough, biokimia
    Dr. Nancy M. Darrall, Botany Dr Nancy M. Darrall, Botani
    Dr. Bryan Dawson, Mathematics Dr Bryan Dawson, Matematika
    Dr. Douglas Dean, Biological Chemistry Dr Douglas Dean, Kimia Biologi
    Prof. Stephen W. Deckard, Assistant Professor of Education Prof Stephen W. Deckard, Profesor Asisten Pendidikan
    Dr. David A. DeWitt, Biology, Biochemistry, Neuroscience Dr David A. DeWitt, Biologi, Biokimia, Neuroscience
    Dr. Don DeYoung, Astronomy, atmospheric physics, M.Div Dr Don DeYoung, Astronomi, fisika atmosfer, M. Div
    Dr. Geoff Downes, Creationist Plant Physiologist Dr Geoff Downes, fisiolog Tanaman Penciptaan
    Dr. Ted Driggers, Operations research Dr Ted Driggers, Operasi penelitian
    Robert H. Eckel, Medical Research Robert H. Eckel, Penelitian Medis
    Dr. André Eggen, Geneticist Dr André Eggen, genetika
    Dr. Dudley Eirich, Molecular Biologist Dr Dudley Eirich, Biologi Molekuler
    Prof. Dennis L. Englin, Professor of Geophysics Prof Dennis L. Englin, Guru Besar Geofisika
    Prof. Danny Faulkner, Astronomy Prof Danny Faulkner, Astronomi
    Prof. Carl B. Fliermans, Professor of Biology Prof Fliermans B. Carl, Profesor Biologi
    Prof. Dwain L. Ford, Organic Chemistry Prof Dwain L. Ford, Kimia Organik
    Prof. Robert H. Franks, Associate Professor of Biology Prof Frank H. Robert, Associate Professor Biologi
    Dr. Alan Galbraith, Watershed Science Dr Alan Galbraith, Sains DAS
    Dr. Paul Giem, Medical Research Dr Paul Giem, Penelitian Medis
    Dr. Maciej Giertych, Geneticist Dr Maciej Giertych, genetika
    Dr. Duane Gish, Biochemist Dr Duane Gish, biokimia
    Dr. Werner Gitt, Information Scientist Dr Werner Gitt, Scientist Informasi
    Dr. Warwick Glover, General Surgeon Dr Warwick Glover, Surgeon General
    Dr. DB Gower, Biochemistry Dr DB Gower, Biokimia
    Dr. Robin Greer, Chemist, History Dr Robin Greer, Chemist, Sejarah
    Dr. Donald Hamann, Food Scientist Dr Donald Hamann, Scientist Makanan
    Dr. Barry Harker, Philosopher Dr Barry Harker, Filsuf
    Dr. Charles W. Harrison, Applied Physicist, Electromagnetics Dr Charles W. Harrison, fisika Terapan, Electromagnetics
    Dr. George Hawke, Environmental Scientist Dr George Hawke, Scientist Lingkungan
    Dr. Margaret Helder, Science Editor, Botanist Dr Margaret Helder, Editor Sains, Botanis
    Dr. Harold R. Henry, Engineer Dr Harold R. Henry, Engineer
    Dr. Jonathan Henry, Astronomy Dr Jonathan Henry, Astronomi
    Dr. Joseph Henson, Entomologist Dr Joseph Henson, entomologi
    Dr. Robert A. Herrmann, Professor of Mathematics, US Naval Academy Dr Robert A. Herrmann, Profesor Matematika, US Naval Academy
    Dr. Andrew Hodge, Head of the Cardiothoracic Surgical Service Dr Andrew Hodge, Kepala Dinas Bedah Jantung
    Dr. Kelly Hollowell, Molecular and Cellular Pharmacologist Dr Kelly Hollowell, farmakolog Molekuler dan Seluler
    Dr. Ed Holroyd, III, Atmospheric Science Dr Ed Holroyd, III, Sains Atmosfer
    Dr. Bob Hosken, Biochemistry Dr Bob Hosken, Biokimia
    Dr. George F. Howe, Botany Dr George F. Howe, Botani
    Dr. Neil Huber, Physical Anthropologist Dr Neil Huber, Antropolog Fisik
    Dr. James A. Huggins, Professor and Chair, Department of Biology Dr James Huggins A., Profesor dan Ketua, Departemen Biologi
    Evan Jamieson, Hydrometallurgy Evan Jamieson, Hidrometalurgi
    George T. Javor, Biochemistry George T. Javor, Biokimia
    Dr. Arthur Jones, Biology Dr Arthur Jones, Biologi
    Dr. Jonathan W. Jones, Plastic Surgeon Dr Jonathan W. Jones, Bedah Plastik
    Dr. Raymond Jones, Agricultural Scientist Dr Raymond Jones, Scientist Pertanian
    Prof. Leonid Korochkin, Molecular Biology Prof Leonid Korochkin, Biologi Molekuler
    Dr. Valery Karpounin, Mathematical Sciences, Logics, Formal Logics Dr Valery Karpounin, Ilmu Matematika, Logika, Logika Formal
    Dr. Dean Kenyon, Biologist Dr Dean Kenyon, Biologi
    Prof. Gi-Tai Kim, Biology Prof Gi-Tai Kim, Biologi
    Prof. Harriet Kim, Biochemistry Prof Harriet Kim, Biokimia
    Prof. Jong-Bai Kim, Biochemistry Prof Kim Jong-Bai, Biokimia
    Prof. Jung-Han Kim, Biochemistry Prof Jung-Han Kim, Biokimia
    Prof. Jung-Wook Kim, Environmental Science Prof Kim Jung-Wook, Ilmu Lingkungan
    Prof. Kyoung-Rai Kim, Analytical Chemistry Prof Kim Kyoung-Rai, Kimia Analitik
    Prof. Kyoung-Tai Kim, Genetic Engineering Prof Kyoung-Tai Kim, Rekayasa Genetika
    Prof. Young-Gil Kim, Materials Science Prof Kim Young-Gil, Material Science
    Prof. Young In Kim, Engineering Prof Young Dalam Kim, Rekayasa
    Dr. John W. Klotz, Biologist Dr John W. Klotz, Biologi
    Dr. Vladimir F. Kondalenko, Cytology/Cell Pathology Dr Vladimir F. Kondalenko, Sitologi / Patologi Cell
    Dr. Leonid Korochkin, MD, Genetics, Molecular Biology, Neurobiology Dr Leonid Korochkin, MD, Genetika, Biologi Molekuler, Neurobiologi
    Dr. John KG Kramer, Biochemistry Dr John KG Kramer, Biokimia
    Prof. Jin-Hyouk Kwon, Physics Prof Jin-Hyouk Kwon, Fisika
    Prof. Myung-Sang Kwon, Immunology Prof Myung-Sang Kwon, Imunologi
    Dr. John Leslie, Biochemist Dr John Leslie, biokimia
    Dr. Jason Lisle, Astrophysicist Dr Jason Lisle, Ahli astrofisika
    Dr. Alan Love, Chemist Dr Alan Cinta, Chemist
    Dr. Ian Macreadie, molecular biologist and microbiologist: Dr Ian Macreadie, biologi molekuler dan mikrobiologi:
    Dr. John Marcus, Molecular Biologist Dr John Marcus, Biologi Molekuler
    Dr. George Marshall, Eye Disease Researcher Dr George Marshall, Peneliti Penyakit Mata
    Dr. Ralph Matthews, Radiation Chemist Dr Ralph Matthews, Chemist Radiasi
    Dr. John McEwan, Chemist Dr John McEwan, Chemist
    Prof. Andy McIntosh, Combustion theory, aerodynamics Prof Andy McIntosh, Pembakaran teori, aerodinamis
    Dr. David Menton, Anatomist Dr David Menton, ahli anatomi
    Dr. Angela Meyer, Creationist Plant Physiologist Dr Angela Meyer, fisiolog Tanaman Penciptaan
    Dr. John Meyer, Physiologist Dr John Meyer, fisiolog
    Dr. Albert Mills, Animal Embryologist/Reproductive Physiologist Dr Albert Mills, embriologi Hewan / fisiolog Reproduksi
    Colin W. Mitchell, Geography Colin W. Mitchell, Geografi
    Dr. Tommy Mitchell, Physician Dr Tommy Mitchell, Dokter
    Dr. John N. Moore, Science Educator Dr John N. Moore, Pendidik Sains
    Dr. John W. Moreland, Mechanical engineer and Dentist Dr John W. Moreland, Mechanical insinyur dan Dokter Gigi
    Dr. Henry M. Morris (1918–2006), founder of the Institute for Creation Research. Dr Henry M. Morris (1918-2006), pendiri Institute for Creation Research.
    Dr. Arlton C. Murray, Paleontologist Dr Arlton C. Murray, paleontologi
    Dr. John D. Morris, Geologist Dr John D. Morris, Geologist
    Dr. Len Morris, Physiologist Dr Len Morris, fisiolog
    Dr. Graeme Mortimer, Geologist Dr Graeme Mortimer, Geologist
    Dr. Terry Mortenson, History of Geology Dr Terry Mortenson, Sejarah Geologi
    Stanley A. Mumma, Architectural Engineering Stanley A. Mumma, Teknik Arsitektur
    Prof. Hee-Choon No, Nuclear Engineering Prof Hee-Choon Tidak, Rekayasa Nuklir
    Dr. Eric Norman, Biomedical researcher Dr Eric Norman, peneliti Biomedical
    Dr. David Oderberg, Philosopher Dr David Oderberg, Filsuf
    Prof. John Oller, Linguistics Prof Yohanes Oller, Linguistik
    Prof. Chris D. Osborne, Assistant Professor of Biology Chris Prof D. Osborne, Asisten Profesor Biologi
    Dr. John Osgood, Medical Practitioner Dr John Osgood, Praktisi Medis
    Dr. Charles Pallaghy, Botanist Dr Charles Pallaghy, Botanis
    Dr. Gary E. Parker, Biologist, Cognate in Geology (Paleontology) Dr Gary E. Parker, Biologi, kognitif Geologi (Paleontologi)
    Dr. David Pennington, Plastic Surgeon Dr David Pennington, Bedah Plastik
    Prof. Richard Porter Prof Richard Porter
    Dr. Georgia Purdom, Molecular Genetics Dr Georgia Purdom, Genetika Molekular
    Dr. John Rankin, Cosmologist Dr John Rankin, kosmologi
    Dr. AS Reece, MD Dr SEBAGAI Reece, MD
    Prof. J. Rendle-Short, Pediatrics Prof J. Rendle-pendek, Pediatrics
    Dr. Jung-Goo Roe, Biology Dr Jung-Goo Roe, Biologi
    Dr. David Rosevear, Chemist Dr David Rosevear, Chemist
    Dr. Ariel A. Roth, Biology Dr Ariel A. Roth, Biologi
    Dr. Joachim Scheven Palaeontologist: Dr Joachim Scheven paleontologis:
    Dr. Ian Scott, Educator Dr Ian Scott, Pendidik
    Dr. Saami Shaibani, Forensic physicist Dr masyarakat Saami Shaibani, fisikawan Forensik
    Dr. Young-Gi Shim, Chemistry Dr Young-Gi Shim, Kimia
    Prof. Hyun-Kil Shin, Food Science Prof Shin Hyun-Kil, Ilmu Makanan
    Dr. Mikhail Shulgin, Physics Dr Mikhail Shulgin, Fisika
    Dr. Roger Simpson, Engineer Dr Roger Simpson, Engineer
    Dr. Harold Slusher, Geophysicist Dr Harold Slusher, Geofisika
    Dr. E. Norbert Smith, Zoologist Dr Norbert E. Smith, zoologi
    Arthur E. Wilder-Smith (1915–1995) Three science doctorates; a creation science pioneer Arthur E. Wilder-Smith (1915-1995) Tiga gelar doktor ilmu, sebuah pelopor ilmu penciptaan
    Dr. Andrew Snelling, Geologist Dr Andrew Snelling, Geologist
    Prof. Man-Suk Song, Computer Science Prof Man-Suk Song, Ilmu Komputer
    Dr. Timothy G. Standish, Biology Dr Timothy G. Standish, Biologi
    Prof. James Stark, Assistant Professor of Science Education Prof James Stark, Asisten Profesor Ilmu Pendidikan
    Prof. Brian Stone, Engineer Prof Brian Stone, Engineer
    Dr. Esther Su, Biochemistry Dr Esther Su, Biokimia
    Dr. Charles Taylor, Linguistics Dr Charles Taylor, Linguistik
    Dr. Stephen Taylor, Electrical Engineering Dr Stephen Taylor, Teknik Elektro
    Dr. Ker C. Thomson, Geophysics Dr Ker C. Thomson, Geofisika
    Dr. Michael Todhunter, Forest Genetics Dr Michael Todhunter, Genetika Hutan
    Dr. Lyudmila Tonkonog, Chemistry/Biochemistry Dr Lyudmila Tonkonog, Kimia / Biokimia
    Dr. Royal Truman, Organic Chemist: Dr Royal Truman, Chemist Organik:
    Dr. Larry Vardiman, Atmospheric Science Dr Larry Vardiman, Sains Atmosfer
    Prof. Walter Veith, Zoologist Prof Walter Veith, zoologi
    Dr. Joachim Vetter, Biologist Dr Joachim Vetter, Biologi
    Sir Cecil PG Wakeley (1892–1979) Surgeon Sir Cecil PG Wakeley (1892-1979) Bedah
    Dr. Jeremy Walter, Mechanical Engineer Dr Jeremy Walter, Mechanical Engineer
    Dr. Keith Wanser, Physicist Dr Keith Wanser, Fisikawan
    Dr. Noel Weeks, Ancient Historian (also has B.Sc. in Zoology) Dr Noel Minggu, Sejarawan Kuno (juga memiliki B.Sc. dalam Zoologi)
    Dr. AJ Monty White, Chemistry/Gas Kinetics Dr Monty White AJ, Kimia / Gas Kinetics
    Dr. John Whitmore, Geologist/Paleontologist Dr John Whitmore, Geologist / paleontologi
    Dr. Clifford Wilson, Psycholinguist and archaeologist Dr Clifford Wilson, psikolinguis dan arkeolog
    Dr. Kurt Wise, Palaeontologist Dr Bijaksana Kurt, paleontologis
    Prof. Verna Wright, Rheumatologist (deceased 1997) Prof Verna Wright, rheumatologist (meninggal 1997)
    Prof. Seoung-Hoon Yang, Physics Prof Seoung-Hoon Yang, Fisika
    Dr. Thomas (Tong Y.) Yi, Ph.D., Creationist Aerospace & Mechanical Engineering Dr Thomas (Tong Y.) Yi, Ph.D., Aerospace Penciptaan & Teknik Mesin
    Dr. Ick-Dong Yoo, Genetics Dr Ih-Dong Yoo, Genetika
    Dr. Sung-Hee Yoon, Biology Dr Sung-Hee Yoon, Biologi
    Dr. Patrick Young, Chemist and Materials Scientist Dr Patrick Young, Chemist dan Ilmuwan Bahan
    Prof. Keun Bae Yu, Geography Prof Keun Bae Yu, Geografi
    Dr. Henry Zuill, Biology Dr Henry Zuill, Biologi

  3. Menurut Prof. H. Enoch. M.A. F.Z.S, bahkan Charles Darwin sendiri yaitu bapak teori evolusi itu, pada akhir masa hidupnya, berangsur-angsur menyadari akan adanya kekurangan bukti-bukti nyata bagi spekulasi evolusinya itu. Ia menulis, “ Menurut teori ini, seharusnya ada banyak bentuk peralihan. Mengapakah kita tidak menemukannya di dalam ‘kulit’ bumi? Apa sebabnya kehidupan alam ini tidak kacau-balau, malah sebaliknya dengan jelas kita melihat species yang khas ciri-cirinya?” Inilah sebabnya Darwin sendiri, menjelang akhir hidupnya menarik kembali pernyataan-pernyataannya. Namun sungguh disayangkan bahwa pengikut-pengikutnya begitu gigih untuk mmempertahankan dan malahan menyebarluaskan teori ini, bahkan melalui cara-cara yang tidak terpuji.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s