Paulus Memberi Teladan Yang Baik

Paulus memberi contoh :

“Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.” 2 Tesalonika 3:7-9

Judulnya menyeramkan, berkedok hamba Tuhan….! Tulisan ini sama sekali bukan menyindir siapapun yang bener-bener melayani Tuhan dengan segala pengorbanannya dan pelayanan yg berasal dari hati yang tulus.

Tetapi bagi mereka yang memanfaatkan jabatan kependetaan alias ‘Hamba Tuhan” untuk memudahkan dirinya mencapai tujuan pribadi yang menguntungkan. Memanfaatkan jabatan pendeta, yaitu posisi yang patut dihormati, orang yang selalu didahulukan seakan-akan wakil Tuhan di bumi ini. Yesus, mengecam orang-orang farisi, yang terlihat beragama karena asesories yang mereka pakai telah menipu dan mengelabui  jemaat.  Sekarang, mari kita koreksi siapa kita, apakah anda seorang pelayan disebuah Gereja?

Tanyakan pada diri kita “siapa yang anda layani, jemaat atau Tuhan Yesus ? Apakah Tuhan Yesus perlu dilayani dengan sejumlah imbalan kepada anda alias sejumlah Persembahan Kasih dalam amplop ? Mari kita bedah pelan-pelan, kalau-kalau ada motivasi yang tersembunyi di dalamnya. Bukankah Dia yang melayani kita? Yang anda layani adalah umat Tuhan Yesus.

Kalau begitu, apakah anda harus makan dan minum dari hasil pelayanan kepada jemaat itu ? Apakah bener anda sangat sibuk melayani mereka sehingga anda tidak sempat bekerja menghasilkan lagi? Apakah anda percaya kepada penggolongan kaum Lewi diperjanjian lama sehingga anda berharap dari pemebrian jemaat ?

Paulus dan teman-temannya memiliki sikap hidup yang jelas, menjadi teladan dalam pelayanannya, tidak mau menyusahkan jemaatnya. Posisi Paulus adalah pengangguran sejak meletakkan jabatan sebagai seorang pejabat (jendral) sebelumnya. Ketika mengikuti Kristus, Paulus meletakkan semua posisi dan kesenangan itu. Gaji dan pendapatannya dari pekerjaan itu menjadi nol, namun Paulus tetap bekerja untuk menghasikan uang supaya jemaat yang dilayaninya tidak dibebani.

Paulus tidak mau menyandang jabatan Hamba Tuhan yang cara hidupmya seenaknya saja dengan mengharapkan pemeberian jemaat yang dermawan. Sikap ini harus ditiru, karena banyak hamba Tuhan yang berkedok pendeta dan Full Timer mengharapkan PK (Persembahan Kasih) dari jemaat. Pada hal mereka secara fisik begitu sempurna dan berwibawa, namun malas bekerja dan ada rasa malu untuk berusaha. Bukankah anda sama saja sebagai Pengangguran yang berkedok hamba Tuhan ?

Anda sendiri bagaimana? Kalau pun hidup secara full timer tanpa ada waktu lagi untuk mencari penghasilan tambahan, itu artinya penyerahan total tanpa memikirkan arti sebuah kekayaan duniawi. Lihatlah para hamba Tuhan yang diberkati itu, sekalipun mereka berdasi dan berjas rapi setiap minggu, disertai dengan kerja keras untuk menjadi berkat bagi orang lain., tidak mau menjadi beban jemaat.

Saya pernah mengalami kesulitan yang luar biasa dan rentan waktunya agak lama baru ada pemulihan secara ekonmi – financial. Saya tetap menjaga hubungan dengan Tuhan, tidak kecewa  karena saya yakin bahwa saya kerja keras sesuai firman Tuhan. “Yang tidak bekerja janganlah ia makan. Saya hibur istri saya bahwa ” Tuhan mampu mengirim manna dari sorga jika IA kehendaki hal itu untuk kita”.

Namun, sangat berbeda nilainya kalau kita tidak menunjukkan cara hidup yang benar dihadapan jemaat, memberi contoh untuk bekerja keras dengan baik.

Berubahlah dari sekarang

Gaya mereka yang eklusif dan menyebut dirinya sebagai hamba Tuhan, namun masih  dihidupkan oleh yayaysan atau dari persembahan jemaat. Perlu diuji, saya usulkan untuk merubahnya menjadi : “kitalah yang mendonasi Gereja dari keringat kita”.  Gereja-gereja lokal berjatuhan  dalam konflik karena urusan keuangan yang tidak mampu membiayai operasional gerjea masing2 di daerah. Kantor pusat tidak mampu mendonasi para hamba Tuhan di tingkat distrik, jemaat dan di pos-pos pelayanan. Akhirnya terjadi mis komunikasi dan ingin menggantikan kepemimpinan yang mereka nilai tidak mampu memberi mereka makan.Tuhan Yesus, jelas-jelas menolak usul orang yahudi agar DIA menjadi raja mereka, menjadikannya superman untuk menolong mereka dari penderitaan karena akbibat kemalasan.

Mulai sekarang mari kita bantu mereka memberi pemahaman baru khususnya pendeta-pendeta di pedalaman, yang hidupnya pas-pasan. Sisingkan lengan bajumu dan terjun ditengah-tengah ladang bersama-sama jemaat untuk bekerja keras sekaligus memberi contoh kepada orang lain. Disana tempat komunitas Kristen akan bertumbuh, jika seorang hamba Tuhan bersama-sama dengan umat Tuhan mengembangkan budaya kerja keras. Saya sangat tidak setuju jika ada kelompok yang meminta-minta gaya proposal berkeliling meminta donasi. Kalau ada 10 jemaat lokal yang melakukan itu, lalu bagaimana menangani mereka…kan pusing ?

Dicari Paulus-paulus baru sekarang untuk melayani dengan sungguh.

Salam Dalam kasih Tuhan


Iklan

Satu pemikiran pada “Paulus Memberi Teladan Yang Baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s