Semuanya Sia-Sia, Usaha Menjaring Angin

Salomo Raja Israel, anak kandung Daud, adalah seorang Raja yang memiliki HIKMAT TERTINGGI dari semua Raja di Israel. Dia menulis pengalaman hidupnya sejak mulai proses menjadi Raja sampai ia berkuasa atas Israel. “Semuanya Sia-Sia, Usaha Menjaring Angin”. Bukan berarti kita tidak usah berusaha di dalam dunia ini, tetapi maksud dan tujuan penulisan adalah untuk mengerem orang yang jatuh dalam dosa karena bersaha mengolah bumi ini dengan segala taktik dan politik.

Pengkhotbah

1:1. Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.
1:2 Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.
1:3 Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?
1:4. Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.
1:5 Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.
1:6 Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.
1:7 Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.
1:8 Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.
1:9. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
1:10 Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.
1:11 Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.
1:12. Aku, Pengkhotbah, adalah raja atas Israel di Yerusalem.
1:13 Aku membulatkan hatiku untuk memeriksa dan menyelidiki dengan hikmat segala yang terjadi di bawah langit. Itu pekerjaan yang menyusahkan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan diri.
1:14 Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.
1:15 Yang bongkok tak dapat diluruskan, dan yang tidak ada tak dapat dihitung.
1:16 Aku berkata dalam hati: “Lihatlah, aku telah memperbesar dan menambah hikmat lebih dari pada semua orang yang memerintah atas Yerusalem sebelum aku, dan hatiku telah memperoleh banyak hikmat dan pengetahuan.”
1:17 Aku telah membulatkan hatiku untuk memahami hikmat dan pengetahuan, kebodohan dan kebebalan. Tetapi aku menyadari bahwa hal inipun adalah usaha menjaring angin,
1:18 karena di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, dan siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan.

Selamat atas Kasih Tuhan Yesus, yang menolong terus menerus, Amin!

Iklan

5 pemikiran pada “Semuanya Sia-Sia, Usaha Menjaring Angin

  1. Syalohm. Begitu ya boleh, Siapa melarang ?
    Yang suka REWEL itu orang. Manusia dengans egala watak hewannya seperti kehidupan dibelantara, hanya diselubungi dengan berbagai aksesorie dan kosmetika ” aturan-main” dalam agama, politik, negara, hukum -hukum yang berlaku dikalangannya sendiri-sendiri. Begini-begitu lala semuanya saja TAMMAT.

  2. Manusia hidup hanya untuk sementara dan akan kembali kpda pencipta dengan segera jadi mengapa tidak pernah terpikir sedikit pun untuk melakukan segala sesuatu untuk hal yang kekal……………….
    yaitu
    KASIH…..
    :)

  3. Kolose 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
    Firman ini sebagai jawaban bahwa tidak sia-sia yg kita perbuat, karena Tuhan pasti akan memberkati pekerjaan yg mendatangkan kebaikan.

  4. Kalau begitu kita hanya sebentar di dunia ini, lakukanlah hal2 yang baik yang dapat dikenang oleh generasi kita kelak, wariskan hal2 yang baik. Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s