Inspirasi tentang Radius Kepercayaan Diri

TINGKATKAN RADIUS KEPERCAYAAN DIRI

Oleh Ir. Mustika Ranto Gulo

Semua orang ingin sukses , ingin berhasil dalam karir ataupun dalam kehidupan sosial masyarakat. Semua orang ingin memiliki kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, ingin bertumbuh dan bertambah tambah hari demi hari. Setiap orang pasti ingin memperbaiki kehidupannya, ingin lebih layak dan ingin sukses: mencapai sesuatu, memulai hal yang baru atau menemukan ketenangan. Sepanjang kehidupan kita, proses seperti ini akan terus berlanjut. Demikianlah hidup kita setiap harinya berlomba-lomba untuk mencapai semua keinginan dan goal masing-masing. Disana ada persaingan yang menimbulkan banyalk gesekan-gesekan antara anak-anak manusia. Berkompetisi dengan baik atau pun dengan cara yang curang merupakan bagian dari kehidupan. Ada yang menghalalkan segala cara ada juga yang hidup dengan norma-norma sosial budaya, bahakan ada bersaing dengan azas religius / norma agama.
Dalam perjalanan hidup, persoalan – problema kehidupan tersebut silih berganti datang untuk membentuk secara alami. Bagaimana kita menghadapinya?
Ada yang siap berhadapan dengan masalah secara tenang, ada juga yang lari dan menghancurkan dirinya.
Banyak orang yang terhenti pada suatu titik dan berkata pada dirinya saya sudah tak mampu lagi, saya tidak pantas dan saya mati saja. Berhenti di satu tempat memang benar-benar menyakitkan. Mengalami frustasi yang menumpuk dari waktu ke waktu karena tidak berfungsinya pola selfprotection untuk mengatasi setiap masalah tersebut. Berikut kami sampaikan panduan untuk menumbuhkan kesadaran sehingga Anda dapat bebas dan bergerak maju dalam kehidupan dengan lebih efektif.

  1. Jangan Takut, Singkirkanlah rasa takut dipermalukan oleh orang lain. Kebanyakan orang mengontrol diri dan memproteksi dirinya secara berlebihan karena merasa takut dipermalukan. Takut, jika ketahuan siapa kita yang sesungguhnya, ini adalah beban berat anda, berarti anda seorang yang memakai topeng kepalsuan. Lepaskanlah beban ini dan radius kepercayaan pada diri anda akan semakin luas. Kita seringkali berpikir tentang apa yang dikatakan orang lain jika melihat kekurangan kita. Target orang yang belum cerdas adalah bagaimana dia bisa diterima dan diakui, disanjung dan dihormati, berkuasa dan dapat mengendalikan masa. Bahkan lebih dalam lagi, menuntut untuk dihormati, dicintai dan diperhatikan, dilayani dan seterusnya.  Karena sulit mendapatkan hal-hal tersebut, maka tindakan kita semakin brutal dan memaksakan keadaan dilingkungan kita sendiri. Akhirnya kita ditolak dan apa jadinya ? Seharusnya diterima atau tidak kita hidup apa adanya, biarlah orang tahu apa adanya diri kita. Dengan demikian anda justru data dirima dengan baik, Jika anda mampu Menemukan Diri  anda saat ini maka keberhasilan dan keberanian membunuh rasa takut tersebut. Jangan hidup “karena apa kata orang”,  jangan peduli “apa kata orang”. Beranilah!
  2. Anda adalah Seorang yang Unik, kalau saya Tanya Untuk Apa Anda Hidup?
    Susah menjawabnya dengan kalimat yang pendek, pasti banyak argumentasi. Jika anda seorang yang religius maka jawabannya, Tuhan yang menciptakan saya, tentunya TUHAN yang memiliki ‘tujuan” mengapa saya diciptakan. Tetapi jika anda seorang yang memakai logika, mungkin anda membayangkan kesulitan atau sebaliknya kesuksesan, kekayaan, keindahan dan sebagainya, yang ingin dicapai dalam hidup ini. Ketika tujuan itu sulit didapatkan maka radius kepercayaan akan diri sendiri semakin sempit dan menciutkan nyali saudara untuk melawan arus kegagalan. Masuklah dalam Tujuan Yang Mulia…… anda diciptakan untuk mewujudkan tujuan Tuhan ! (baca buku: Rick Warren “The Purpose Driven Life).
  3. Kendalikan Informasi,  Bimbingan berlebihan bisa terjadi karena terlalu banyak meminta saran dan masukan orang lain yang belum tentu memiliki kemampuan untuk memberi nasihat. Celakanya, anda tidak percaya terhadap nasihat mereka dan tak akan pernah bertindak untuk memulai melaksanakannya. Tumpukan nasihat akan menjadi perangkap pada diri anda sehingga mengakibatkan keraguan dan  kehilangan arah. Meminta bimbingan yang berlebihan ini menandai ketidak percayaan diri anda sendiri, dan jika tidak dikendalikan maka orang lain dapat memasuki kehidupan saudara. Lepaskan diri anda dari kendali orang lain, dan hargai motivasi yang timbul dalam diri anda sendiri. Untuk melepaskan diri dari bimbingan yang berlebihan ini, Anda perlu kembali ke tempat dimana Anda memulai langkah pertama. Saat rasa takut timbul, terima saja! Pada dasarnya, kekuatan terbesar kita terletak pada pilihan kita dalam menghadapi rasa takut, saran yang baik : “hadapi dan jangan lari menghindarinya”.
  4. Sosialisasikan diri anda secepatnya. Saat ini anda harus jujur pada diri sendiri, dengan demikian anda jujur kepada orang lain. Kesuksesan pribadi tergantung pada bagaimana anda mempertahankan sebuah kejujuran emosional. Jika anda memiliki ketetapan hati, maka anda bisa tenang dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. Jujur secara emosional artinya katakan ya jika ya dan tidak jika tidak pada diri anda. Jangan ikuti apa kata orang tetapi apa kata nurani anda. Apa kata orang lain, hanya sebatas informasi saja, ikuti apa kata hatimu disana ada kekuatan. Semoga Berhasil.
Iklan

Satu pemikiran pada “Inspirasi tentang Radius Kepercayaan Diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s