Pentingnya Melawat Generai Penerus Sampai Mandiri!

The Next Generation,
Putra saya, adalah penerus saya, aku bertanggunjawab sepenuhnya dihadapan Tuhan menjaganya. Tuhan beri aku kemampuan untuk mengantar anakku sampai mandiri sesuai dengan kemurahan Tuhan Yesus.

Daddy and FerdinandDaddy and FerdinandSamual DoktorianSamual Doktorian

Terima Kasih Ya Tuhan, Atas kesehatan yang Engkau berikan pada kami, kami bertumbuh normal bahakan melebihi orang lain. Kami UmatMu ya Tuhan Yesus.

5 pemikiran pada “Pentingnya Melawat Generai Penerus Sampai Mandiri!

  1. sebagai anak Tuhan kita memang diajarkan supaya takut akan Tuhan.komentar saya,kenapa setiap orang yang mendapatkan masalah ia akan ingat akan Tuhan,tetapi,jika sudah lepas malah jauh dari Tuhan.bagai mana Pendapat bpk.TrimaKsih…..GBU

  2. Apa yang dapat diwariskan oleh seorang ayah kepada anaknya?
    Harta Kekayaan, tidak juga! lalu apa?
    Seorang ayah yang sukses, mewariskan sedikit sekali harta kekayaan kepada anaknya.
    Saya kaget sekali atas pernyataan ini, sebab kalau begitu untuk apa kita berjuang menjadi lebih baik, sia-siakah upaya untuk memiliki harta banyak?
    Justru itu, kelemahan dalam peradaban manusia dari Generasi ke Generasi membuat dunia ini penuh dengan “PERSAINGAN HOMO HOMINI LUPUS”. Yang kuat memakan yang lemah, haus kekuasaan yang pada ujungnya adalah untuk menyenangkan hatinya sendiri, demi kepuasan.
    Jika kita telah mewariskan harta yang melimpah kepada anak kita, apakah harta itu merupakan jaminan atas suksesnya ke masa depannya? Kita harus memiliki referensi untuk mengetahui bahwa warisan harta kekayaan bukanlah jaminan atas suksesnya anak (keturunan) kita.
    Tetapi sebelum kita mencari referensi tersebut mari kita lihat apa yang patut kita wariskan kepada generasi penerus kita. <i>
    <strong> Apa yang diwariskan Ayub kepada anak-anaknya, setelah dia dipulihkan oleh Tuhan?
    Kitab Ayub:
    42:10. Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.
    42:11 Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas.
    42:12 TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
    42:13 Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;
    42:14 dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.
    42:15 Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.
    42:16 Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.
    42:17 Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.
    <strong> Apa yang diwariskan Daud kepada salomo setelah dia bertobat dan memohon ampun atas kesalahannya karena jatuh dalam dosa perzinahan?
    I Raja-Raja:
    1:28 Lalu raja Daud menjawab, katanya: “Panggillah Batsyeba.” Perempuan itu masuk menghadap raja dan berdiri di depannya.
    1:29 Lalu raja bersumpah dan berkata: “Demi TUHAN yang hidup, yang telah membebaskan nyawaku dari segala kesesakan,
    1:30 pada hari ini aku akan melaksanakan apa yang kujanjikan kepadamu demi TUHAN, Allah Israel, dengan sumpah ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku, dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku menggantikan aku.”
    1:31 Lalu Batsyeba berlutut dengan mukanya sampai ke tanah; ia sujud menyembah kepada raja dan berkata: “Hidup tuanku raja Daud untuk selama-lamanya!”
    Pesan Daud kepada Keturunannya pada saat menjelang kematiannya
    I Raja-Raja:
    2:1. Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya:
    2:2 “Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki.
    2:3 Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,
    2:4 dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.
    2:5 Dan lagi engkaupun mengetahui apa yang dilakukan kepadaku oleh Yoab, anak Zeruya, apa yang dilakukannya kepada kedua panglima Israel, yakni Abner bin Ner dan Amasa bin Yeter. Ia membunuh mereka dan menumpahkan darah dalam zaman damai seakan-akan ada perang, sehingga sabuk pinggangnya dan kasut kakinya berlumuran darah.
    2:6 Maka bertindaklah dengan bijaksana dan janganlah biarkan yang ubanan itu turun dengan selamat ke dalam dunia orang mati.
    2:7 Tetapi kepada anak-anak Barzilai, orang Gilead itu, haruslah kautunjukkan kemurahan hati. Biarlah mereka termasuk golongan yang mendapat makanan dari mejamu, sebab merekapun menunjukkan kesetiaannya dengan menyambut aku pada waktu aku melarikan diri dari depan kakakmu Absalom.
    2:8 Juga masih ada padamu Simei bin Gera, orang Benyamin, dari Bahurim. Dialah yang mengutuki aku dengan kutuk yang kejam pada waktu aku pergi ke Mahanaim, tetapi kemudian ia datang menyongsong aku di sungai Yordan dan aku telah bersumpah kepadanya demi TUHAN: Takkan kubunuh engkau dengan pedang!
    2:9 Sekarang janganlah bebaskan dia dari hukuman, sebab engkau seorang yang bijaksana dan tahu apa yang harus kaulakukan kepadanya untuk membuat yang ubanan itu turun dengan berdarah ke dalam dunia orang mati.”
    2:10 Kemudian Daud mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud.
    <strong> Apa yang diwariskan Salomo kepada anaknya setelah dia Membangun BAIT ALLAH dari emas dan Perak?
    I RAJA-RAJA :
    11:1. Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,
    11:2 padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: “Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka.” Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.
    11:3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.
    11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.
    11:5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,
    11:6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.
    11:7 Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon.
    11:8 Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka.
    11:9. Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya,
    11:10 dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN.
    11:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu.
    11:12 Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya.
    11:13 Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih.”
    Akhir hidup Salomo yang menggenaskan karena dosa perzinahan, mengakibatkan perpecahan bagi bangsa israel menjadi beberapa negara. Warisan kekayaan harta bendanya tidak dinikamti oleh anak-anaknya, justru menjadi sumber pertikaian dan mengakibatkan perang untuk sekian tahun lamanya. Bukankah Kekayaan SALOMO mengakibatkan penderitaan ?
    KALAU BEGITU APA YANG PANTAS KITA WARISKAN KEPADA ANAK CUCU KITA?
    Ranto

  3. Ada rasa penyesalan atas amarah yang tak terkendali, ingin cepat selesai dan kembali normal situasinya. Tetapi tidak semudah itu, ada prosesnya, kalau saya prinsipnya cepat2 selesai dan harus berdamai. Syalom

  4. Ferdinand dalam gambar no 3 dan 4 sama gambarnya, pada saat berkenalan dan diberkati oleh Pendeta Samuel Doktorian dari Israel. Tuhan memberkati Ferdinand untuk menjadi pemimpin bangsa-bangsa. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s