Renungan:
Kematian yang tidak Menyakitkan
Hampir 99 % manusia mati karena penderitaan baik karena sakit penyakit secara fisik maupun sakit psikis (kejiwaan). Semua menderita kesakitan dan jika sudah tidak mampu menahan sakit, maka tubuh mengalah untuk mati.
Yesus mati di kayu salib karena betapa sakitnya penderitaan yang ditimpakanNya. Setelah mendapat pukulan dan pecut hingga seluruh tubuhnya luka cabitan, dan kepalaNya tertusuk kawat duri. Di atas kayu salib IA masih bertahan, padahal berat tubuhnya bergantung kepada Tangan dan kakinya yang dipaku ke kayu.
Membayangkannya saja telah membuat kengerian yang luar biasa. Apalagi melihat, ataupun apalagi mengalaminya. Kadang kita hanya terluka paku di jalanan saja, rasanya sudah mau mati. Apalagi Penderitaannya sekian jam dalam tekanan fisik dan mental. Siapa yang sanggup bertahan?
Penderitaan kita belum seberapa, apakah saudara masih kuat untuk bertahan hidup? Kematian tetap menjadi bagian kita, namun satu-satunya harapan bahwa hidup kita pasti kekal karena Tuhan Yesus, memberi kepada kita kehidupan kekekalan itu secara cuma-cuma. Sehingga kematian yang secara fisik di dunia karena penderitaan tidak sebanding dengan kemuliaan nantinya bersama TUHAN.
Karena itu, (Kesimpulan), jangan karena penderitaan di dunia ini menyebabkan kita meninggalkan TUHAN dan melepaskan diri sebagai saksi Kristus. Kemenangan kita adalah menang dari penderitaan, tetap setia sampai akhir, sekalipun tekanan dunia ini sudah tidak ada mampu kita tanggulangi sampai kita mati. Itu adalah kebanggan… setia sampai akhir.!



just say thank you to my daddy.
God Bless You dad!!
ferdinand matthatias gulo
Puji Tuhan
Saya sudah menemukan janji Allah melalui Yesus Kristus, Amin
Berperilaku seperti Naomi yang menjanda dan memiliki menantu Rut, yang juga janda. Apakah artinya?
Sendiri atau kesendirian bukanlah penghalang untuk mencapai cita-cita. Namun untuk melengkapi perjuangan jangan lupa bersinergi dengan alam dan kondisi-kondisi yang ada.
Menjadikan meng-ekajawantahkan mimpi jangan lupa menatap langit dan menelusuri jejak-jejak yang terpijak oleh telapak kaki
Aku bersuka cita dan bernyanyi memuji nama Tuhan di atas segala-galanya. Sebab kasihNya sungguh nyata bagi kita, Amin
Amos
3:3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?
3:4 Mengaumkah seekor singa di hutan, apabila tidak mendapat mangsa? Bersuarakah singa muda dari sarangnya, jika belum menangkap apa-apa?
3:5 Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah, apabila tidak ada jerat terhadapnya? Membingkaskah perangkap dari tanah, jika tidak ditangkapnya sesuatu?
3:6 Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan TUHAN tidak melakukannya?
3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
3:8 Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?”
3:9. Siarkanlah di dalam puri di Asyur dan di dalam puri di tanah Mesir serta katakan: “Berkumpullah di gunung-gunung dekat Samaria dan pandanglah kekacauan besar yang ada di tengah-tengahnya dan pemerasan yang ada di kota itu.”
Teri kasih untuk pameran hari kelima ya Tuhan, Sukses hari ini!